Pages

Thursday, December 3, 2009

Penyakit TBC (Tekanan Batin Cinta) dalam matematika

cintaku ala matematika

Cintaku bagai sebuah fungsi
Yang melaju tak terbendung secara eksponensial
Ingin kukuadratkan secara sempurna
Menjadi grafik fungsi cinta abadi
Cintaku tak terdiffrensialkan secara parsial apalagi secara implisit
Tetapi terintegralkan secara rasional
Aku tak ingin lagi berjalan seperti aritmatik
Tetapi ingin kuberlari seperti geometrik
Hatiku terus bergejolak, terasa ganjil dan sulit
kuregresikan
Analisis secara real pun tak banyak membantu
Alangkah kompleksnya mencari titik kestabilan sistem
cinta ini


Oh, hidupku menjadi tak terdefinisi
Laju perubahan cintaku terhadap waktu sungguh cepat
Tetapi tak beraturan seperti kurva sinus yang
bergejolak
Kalkulus pun menangis, hatinya menjerit menatapku
Karena merasa sosoknya tak berguna lagi di himpunan
ini Ingin rasanya ku transformasikan cinta ini
Dan mengkonversinya menjadi bilangan cinta
Sehingga kuperoleh titik singgung antara hatiku dan
hatinya
Dan menggapai kehidupan yang terdefinisi
Limit perbedaan antara kita, tak menjadi kendala
bagiku
Keyakinanku sudah mencapai titik maksimum
Mari kita substitusikan dua fungsi cinta ini
Menjadi satu persamaan fungsi cinta abadi
Differensial Cinta
Saat aku bersua dengan eksponen jiwamu,
sinus kosinus hatiku bergetar,
membelah rasa diagonal-diagonal ruang hatiku,
bersentuhan dengan diagonal-diagonal bidang hatiku.
Jika aku adalah persamaan dengan akar-akar x1 dan x2,
maka kaulah persamaan dengan akar-akar 2×1 dan 2×2.
Aku ini binatang jalang,
dari himpunan yang kosong.
Kaulah integrasi belahan jiwaku,
kaulah kodomain fungsi hatiku.
Kemanakah harus kucari modulus vektor hatimu?
Dengan besaran apakah harus kunyatakan cintaku?
Harus dengan metode apakah kubuktikan cintaku?
Metode kontradiksi?
Ataukah pembuktian langsung?
Kulihat variabel dimatamu,
matamu bagaikan elipsoid,
hidungmu bagaikan asimtot hiperbola,
dan bibirmu bagaikan grafik kosinus jika kau tersenyum
padaku.
Modus ponen?
Modus tolen?
Dengan modus apakah kusingkap logika hatimu?
Beribu-ribu matriks n x n kutempuh,
harus bagaimanakah kuungkap adjointku padamu?
Kujalani tiap geometri yang takhingga banyaknya,
dan tiap barisan aritmatika yang tak terhitung,
sampai akhirnya kutemui determinan matriks hatimu,
Phisic in Love
Archimedes dan Newton tak akan mengerti
Medan magnet yang berinduksi di antara
kita
Einstein dan Edison tak sanggup
merumuskan E = mc2
Ah tak sebanding dengan momen cintaku
Pertama kali bayangmu jatuh tepat di
fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan
kekuatan lensa maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di
ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilangan
Avogadro…
Walau jarak kita bagai matahari dan
Pluto saat aphelium
Amplitudo gelombang hatimu
berinterfensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa
gaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan
angular yang tak terbatas
Energi mekanik cintaku tak terbendung
oleh friksi
Energi potensial cintaku tak
terpengaruh oleh tetapan gaya
Energi kinetik cintaku = - mv~
Bahkan hukum kekekalan energi tak
dapat menandingi
Hukum kekekalan di antara kita
Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen
cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik
ekuilibrium yang sempurna
Dengan inersia tak terhingga
Takkan tergoyahkan impuls
atau momentum gaya
Inilah resultan momentum cinta kita

Tuesday, December 1, 2009

TEMU WARGA MATEMATIKA

hallo...halo...halo....
hey,,,hey,,,hey,,,
saatnya kita refresh otak neyh...
wah..wah..wah...kuliah boring ya,,,,
jangan didiemin,,,tapi di obatin
hmmmmm,,,gimana y?emang bisa?
....eits, jangan salah
KEMAHASISWAAN HIMAPTIKA poenya ide kreativ buat cuci otak temen2...Mereka ngajak SEMUA mahasiswa matematika pergi berlibur,,,
kapan ya?
katanya sih bulan januari getoooh,,,minggu ke 3 neyh,,,
wah minggu ketiga lage bOkEEE brow,,,?
eit jangan salah kan dari awal di suruh nabung di bendahara kelas
emang bisa? dijamin lancar?
wah bisa dummm, tuh kaya anak2 1E katanya ada tabungan,,makanya yang laen juga ikutan yach...,
cuma 1 kelas yang ada tabungan?
eits, jangan salah, anak2 3B juga pada ada arisan kelas....hmmm katanya mw pd ikut juga,,,,malah ada rencana ke bali getoooh katanya,,,
asyik tu,,tp doku nya gimane?
yaaaa, standar lah,,, siapin aja kuraang lebihnya empat cepe
kemahalan ga tuch?
hmmmmm....gmn ya, tp engga de kayaknya,,jurusan laen juga sktar segitu, ya coba de sharing dg jurusan laen...
dr td panjang lebar tp tempatnya beyum jeyas?
kalo tempat c rencananya ke jogja, bandung, bogor, jakarta,, tp mash dlm kajian katanya,,,,
ters jadinya kemana?yang fix dunk....biar kita persiapan...
oke...oke,,,makanya di coment dunk sini,,,,ato chatingan jg buat diskusiin masalah ini,,,add aja ya di fb nya,,,ekoycapucino@gmail.com
tar juga dari kemahasiswaa ada yang ngasih tau,,aotuo kalo mau jmput bola cari info bisa ko,,ne di kasih CP nya:
Adjie (ketuplak temu warga) : 085223425666

SEPUTAR KEGIATAN MAHASISWA

Program Pemantapan Kaderisasi Mahasiswa (P2KM)
Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (HIMAPTIKA)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Universitas Siliwangi (UNSIL)

P2KM - HIMAPTIKA - FKIP - UNSIL

Mahasiswa, itulah sebutan bagi pelajar yang duduk di bangku kuliah. Bagaimana dengan OSIS? Apakah sekedar berbeda tempat belajarnya saja? OSIS belajar di sekolah, Mahasiswa belajar di Kampus? Hal ini patut di kaji kalo kita tidak mau jadi orang biasa.
Banyak sekali godaan hidup seorang mahasiswa, tidak perlu disebutkan. Perubahan pola pikir yang dibutuhkan. Banyak program2 kampus yang targetannya tingkat 1, namun jangan khawatir, itu semua adalah program yang melatih agar kalian menjadi mahasiswa yang memang berbeda dengan pelajar.
P2KM terlihat sedikit ribet, khususnya dengan makalah. Namun tidak seperti, kalo saja kita kreatif itu bisa selesai dengan mudah, "hadapi dengan senyuman" katakanlah. Paradigma yang akan saya rubah adalah jangan berpikiran sempit, bahawa p2km adalah sidang makalah. Sidang makalah hanyalah salah satu syarat lulus saja, tidak ada makalah bukan berarti tidak lulus. Jadi jangan berpikiran tidak ikut p2km karena belum beres makalah, berpikirlah kapan pun itu saya akan berusaha ikut p2km untuk diri saya sendiri. Kalo orang mau bisa dan maju seharusnya tidak perlu dipaksa orang lain, tapi timbul dari diri pribadi. Jangan heran kalo Anda tidak Sukses, kalo anda tidak mau capek dan blajar saat ini. Kesempatan Anda akan lenyap ketika Anda menyia-nyiakan waktu yang tepat untuk bersaing.
Tidak perlu ada ketakutan dan keraguan karena sesungguhnya orang yang ragu berada dalam kerugian. Banyak teman, itulah yang perlu Anda siapkan menyongsong Anda Sukses. Hidup itu adalah Diplomasi.

P2KM, 25 Desember 2009